Lady Gaga
|
|
|
|
|
Latar belakang
|
|
Nama lahir
|
Stefani Joanne
Angelina Germanotta
|
Lahir
|
|
Asal
|
|
Orangtua
|
Josef Germanotta
Chnthia Bissett
|
Pekerjaan
|
Penyanyi
Pencipta lagu Musikus Disc Jockey Penari Go-Go |
Instrumen
|
|
Tahun aktif
|
2006–sekarang
|
Def Jam
Interscope Kon Live Streamline Cherrytree |
|
Situs web
|
|
Joanne Stefani Angelina Germanotta alias Lady Gaga lahir pada tanggal 28 Maret 1986. Dia adalah penyanyi Amerika Serikat, penulis lagu dan musisi. Gaga lahir di Yokers, New York, namun dibesarkan di Mahattan.
Lady Gaga berdarah Italia-Amerika . Ayahnya Josef Germanotta adalah
keturunan Italia yang menetap di Amerika, sedangkan ibunya Chnthia Bissett asli
Amerika.Gaga adalah sulung dari dua bersaudara. Gaga mempunyai seorang adik perempuan yang umurnya
tiga tahun lebih muda darinya , Natali Germanotta .
Kehidupan ekonomi orangtuanya yang lumayan sukses
dan disiplin, membuat Stefani (panggilan kecil Lady Gaga) di masukkan ke
sekolah yang paling eksklusif di kotanya Covent of The Sacred Heart. Di sekolah tersebut
Stefani dikenal sebagai gadis yang ceria. Namun, karena kecintaannya terhadap
menyanyi dan obsesinya sebagai orang yang terkenal, Stefani kecil sering
mendapat cemoohan dari teman-temanya di sekolah agama
tersebut.
Ketertarikannya pada musik dimulai pada usia empat
tahun. Ia belajar bermain piano oleh
telinga pada usia empat tahun dengan sering memperhatikan orang dewasa bermain
piano. Oleh ayahnya, didukung dengan mengajarkan bermain piano sejak dini.
Orangtuanya mengharapkan suatu hari nanti, Stefani menjadi pianis terkenal.
Harapan yang jauh dari kenyataan.
Stefani mulai tampil di malam mic usia 14. Mantan
menejer Lady Gaga, Rob Leone mengatakan bahwa Stefani kecil adalah gadis
pemalu. Leone pertama kali bertemu Lady Gaga pada usia 13-14 tahun, saat itu
masih menggunakan nama aslinya Stefani Germanotta. Ternyata Gaga kecil tidak
sepercaya diri sekarang. Dahulu ketika naik panggung, pemilik album The Fame
ini sangat grogi. “Dia sangat pemalu. Berbeda dengan sekarang. Dia akan maju ke depan mic
dengan ditemani ibunya sampai dua kali, sebelum benar-benar berani sendiri”
kisah Leon.
BAKAT DAN TEKAT YANG KUAT
Menginjak remaja, Gaga mulai mengalami perubahan. Ia tidak nyaman dan tidak
cocok untuk tinggal di lingkungan yang konservatif, seperti lingkungan
keluarganya yang kaya raya khas Italia.“Saya ingin melawan takdir, saya tidak
ingin hidup sukses karena mama dan papa sampai mereka meninggal” katanya suatu
saat.
Gaga remaja lalu pergi meninggalkan sekolah
katoliknya yang mahal dan lebih memilih belajar musik. Bakat dan tekadnya yang
besar, tidak dapat dibendung lagi oleh orangtuanya.
Gaga kemudian mengambil pendidikan di Tisch School of
The Arts, Universitas New York
pada usia 17 tahun. Di sekolah seni itulah Gaga menempa bakatnya dalam bermain musik dan
mencipta lagu. Gaga juga cerdas dan piawai dalam menyusun esai dengan berbagai
macam topik, seperti : seni, agama, sosial dan politik. Bahkan, ia merasa jauh
lebih unggul dibandingkan dengan murid seangkatannya.
Gaga adalah salah satu dari 20 orang di dunia yang
memperoleh pengakuan awal di New
York University's
Tisch School of The Arts tersebut. Hal tersebutlah yang membuatnya lebih fokus merintis
karir dunia pop, sampai akhirnya perusahaan label terkemuka
Def Jam Recording mengontraknya sebagai musisi.
Namun sayang, perusahaan tersebut tidak sabar menangani ”kebengalan” Gaga. Ia
hanya dikontrak selama tiga bulan.
Secara hampir bersamaan, karena ketidak
seriusannya, Gaga dikeluarkan dari tempat kuliahnya, ia di drop out. Walau
mengalami kenyataan pahit, Gaga tetap ingin mandiri. Ia tidak ingin dibantu
sedikitpun dan menolak semua yang berasal dari orangtuanya. Ia lebih memilih
menjadi penari bugil untuk melanjutkan hidupnya.
Kehidupan New York yang glamor akhirnya mengenalkan
Gaga pada kokain. Malam-malamya di Flat New York dihabiskan untuk menikmati
barang haram tersebut. Sampai akhirnya ayahnya menyelamatkannya. ” Ayah tidak
pernah sekalipun menyinggung obat dan kokain yang saya gunakan, ia hanya
mengatakan, siapapun yang kamu temui dan kamu hadapi baik sekarang maupun
dimasa depan, bila kamu seperti ini, maka kamu akan gagal dan kalah!”
ungkapnya. Akhirnya ayahnya berhasil membersihkan dirinya dan memotivasi agar
tetap tegar meraih cita-citanya.
KEADAAN BERUBAH
Setelah berhasil bangkit dari kecanduan narkoba,
Gaga mulai mantap melangkah. Kesempatan emas datang saat ia ditawari
bekerjasama dengan produser Rob Fusari pemilik Interscope Record.
Rob sangat kesengsem dengan vokal Gaga yang
diibaratkannya ”Freddie Mercury versi cewe`”. Rob pulalah yang pertama kali
mengusulkan nama Gaga, terinspirasi dari lagu Radio Ga Ga milik Queen.
Pada umur 20 ia mulai bekerja dengan Interscope sebagai penulis lagu. Dia telah menulis lagu untuk sensasi pop
Pussycat Dolls dan beberapa artis papan atas lain seperti Britney Spears, New
Kids on The Block dan Fergie.
Gaga akhirnya mengenali bakat vokalnya, dan dapat
mewujudkan mimpi yang dicita-citakannya saat merilis debut album pertamanya
yang berjudul The Fame tahun 2008. Dengan bekerja sama dengan
Interscope Record milik Rob Fusari, dan dilanjutkannya dengan bekerjasama dengan label Kon Live Distribution.
Album pertamanya dirilis pada tanggal 19 Agustus
2008 di Amerika Serikat. Album ini menjadi Album nomor 1 beberapa negara seperti Kanada, Austria, Jerman, dan Republik Irlandia. Setelah itu, ia menjadi nominasi untuk 6 kategori di
Grammy Award dan album
tersebut meraih penghargaan Grammy Awards 2010 untuk kategori Best
Electronic/Dance Album dan The Best Dance Recording. Albumnya
yang ke dua The Fame Monster yang rilis pada 2009 juga
tidak kalah menggila. Nama
fans Gaga sama dengan albunnya yang kedua yaitu Fame Monsters.
Lady Gaga terutama dikenal karena pakaiannya yang
provokatif dan ekstravagan serta pengaruhnya yang besar terhadap selebiritis
lainnya. Gaya musiknya diilhami oleh para rocker glam seperti David Bowie dan Queen serta penyanyi seperti Michael Jackson dan Madonna.
BEBERAPA SINGEL GAGA YANG MENJADI HITS
- "Just Dance" adalah singel pertama dari Lady Gaga pada album The Fame. Merupakan sebuah debut singel yang sukses secara komersial dan tangga lagu, terbukti, lagu ini mampu menduduki posisi pertama dalam Billboard Hot 100 untuk tiga minggu, namun sebelumnya lagu ini adalah sebuah "Sleeper Hit", yang berhasil menduduki posisi atas Hot 100 setelah 23 minggu. Lagu ini sudah mendapatkan sertifikasi 3x Platinum dari RIAA, menjadikannya lagu dengan penjualan terbaik keempat selama tahun 2009, dibelakang "Boom Boom Pow" dari Black Eyed Peas, "Love Story" dari Taylor Swift, dan singelnya sendiri, "Poker Face", dan menjadi lagu tersukses kedua untuknya saat ini, dibalik "Poker Face". Lagu ini menduduki posisi pertama di 20 negara diseluruh dunia. Musik videonya menceritakan tentang Gaga yang "gila pesta", tidak mempedulikan apapun dan hanya ingin berpesta. Di Billboard Hot 100 Top 100 Singles of 2009, singel ini menduduki posisi 3.
- "Poker Face" adalah singel kedua dari Lady Gaga pada album The Fame. Seperti Just Dance, lagu ini juga merupakan singel yang sangat sukses, dan merupakan singel tersukses dari Gaga sepanjang tahun 2009. Lagu ini berhasil menjadi World Single of Year tahun 2009, alias lagu paling laris sepanjang tahun 2009. Di Billboard Hot 100 sendiri, lagu ini pun menduduki posisi pertama untuk satu minggu, dan posisi kedua untuk sepuluh minggu. Lagu ini mendapatkan sertifikasi 3x Platinum dari RIAA, dan adalah lagu tersukses ketiga ditahun 2009, dibelakang "Boom Boom Pow" dan "Love Story". Musik videonya pun tak kalah sukses, membuat Gaga memenangkan 2 penghargaan dalam MTV Video Music Awards 2009, dalam kategori "Best Female Video" dan "Best Video Artist". Dalam ajang super bergengsi Grammy Award ke 52 kemarin, lagu ini sukses menyabet penghargaan Best Dance Recording, mengalahkan beberapa artis lainnya, seperti pop icon Britney Spears dan superstar Madonna. Lagu ini berhasil menduduki posisi pertama di 36 negara diseluruh dunia. Di Billboard Hot 100 Top 100 Singles of 2009, singel ini menduduki posisi 2.
- "Eh, Eh (Nothing Else I Can Say)" adalah singel ketiga dari Lady Gaga dari album The Fame. Namun, singel ini tidak dirilis di Amerika Serikat, namun lebih ke negara-negara Eropa dan Oceania. Dan, lagu ini ternyata tidak sesukses "Just Dance" dan "Poker Face", singel ini hanya mampu bertahan diposisi Top 20 dinegara kebanyakan seperti Australia dan Selandia Baru. Musik videonya bertema gaya 80'an, dan bersetting di Italia.
- "LoveGame" adalah singel keempat dari Lady Gaga, dan ketiga di Amerika Serikat dari album The Fame. Singel ini mampu mendapatkan kesuksesan yang tidak diraih "Eh, Eh", namun, lagu ini menyimpan kontroversi besar mengenai liriknya yang tidak biasa. Di Billboard Hot 100, singel ini mendapatkan posisi #5, menjadikannya singel Top 5 ketiga dari Gaga. Lagu ini mendapatkan sertifikasi Platinum di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, serta 3x Platinum di Kanada.
Musik videonya sangat
kontroversial, karena memperlihatkan Gaga yang beradegan telanjang dan dengan
tema "Underground New York" yang keras. Lagu ini berhasil menduduki posisi
pertama di 12 negara didunia. Di
Billboard Hot 100 Top 100 Singles of 2009, singel ini menduduki posisi 25.
- "Paparazzi" adalah singel kelima dan terakhir dari Lady gaga, dan keempat di Amerika Serikat dari album The Fame. Singel ini berhasil meraih kesuksesan yang sedikit lebih tinggi daripada "LoveGame", namun masih sedikit dibawah "Just Dance" dan "Poker Face". Lagu ini dikenal dan banyak disukai karena beat lagunya yang terdengar lebih slow daripada keempat singel sebelumnya. Di Billboard Hot 100, singel ini mendapatkan posisi 5, menjadi singel Top 5 keempat dari Gaga. Lagu ini sudah mendapatkan sertifikasi 2x Platinum dari Amerika Serikat, dan Platinum di negara-negara lainnya. Musik videonya juga sangat sukses seperti "Poker Face", namun agak kontroversial mengenai isinya. Musik videonya berhasil memenangkan 2 penghargaan 2009 MTV Video Music Awards untuk kategori "Best Cinematography" dan "Best Special Effects". Lagu ini berhasil menduduki posisi pertama di 23 negara didunia. Di Billboard Hot 100 Top 100 Singles of 2009, singel ini menduduki posisi 22.
·
"Bad Romance" adalah singel pertama dari Lady Gaga dari album
sophomore nya The Fame Monster. Gaga menjelaskan bahwa di album
terbarunya ini, ia berubah menjadi lebih garang dan lebih gila sebagai Monster
dibanding sebelumnya. Singel ini sangat sukses dan berhasil menyamai kesuksesan
"Poker Face" sebagai singel tersukses Gaga. Lagu ini pun lumayan unik
karena banyak bridge "ooo ooo ooo..." dan penggunaan synthpop
seperti "Paparazzi". Di Billboard Hot 100, lagu ini berhasil meroket
sampai posisi 2, namun terhalang untuk melaju ke posisi 1 oleh lagu dari Jay-Z dan Alicia
Keys
yang berjudul "Empire State of Mind" dan lagu dari Kesha yang berjudul "Tik
Tok". Singel ini pun sudah disertifikasi 3x Platinum dari Amerika Serikat,
serta Platinum dan Gold di beberapa negara lainnya. Musik videonya tidak kalah
unik dari video-video Gaga sebelumnya, menceritakan Gaga yang diculik oleh
sekawanan mafia Rusia untuk dijadikan budak, namun pada akhirnya, ia sendiri
yang mengambil alih dengan menghancurkan kawanan tersebut dan berubah menjadi
monster. Lagu ini berhasil menduduki
posisi puncak di 28 negara didunia.
- "Telephone" adalah singel kedua dari Lady Gaga dari albumnya The Fame Monster. Yang unik adalah, dia mengajak serta penyanyi R&B yang telah mengantongi 16 penghargaan Grammy, Beyonce Knowles. Singel ini bercerita tentang seseorang yang tidak mau terus-terusan ditelepon pacarnya. Singel ini reaksi kritikannya sangat positif, dan juga sangat sukses. Sejauh ini, di Billboard Hot 100, lagu ini telah sampai diposisi 3, dan menjadi singel Top 3 keempat Gaga, Top 5 kelima Gaga, dan Top 10 keenam Gaga. Yang menarik lainnya dari singel ini selain kehadiran Beyonce adalah, musik videonya yang kembali dibuat 9 Minute Short-Story seperti "Paparazzi", serta musik videonya adalah sekuel dari "Paparazzi". Dimulai dari kehidupan Gaga di penjara, keluar dari penjara karena Beyonce dan membunuh semua orang di bar, dan akhirnya melarikan diri dari kejaran polisi. Seperti lagunya, musik videonya pun disambut baik oleh para kritikus. Lagu ini berhasil menduduki posisi puncak di 11 negara didunia.
- "Alejandro" dikonfirmasi akan menjadi singel ketiga dari Lady Gaga dari albumnya The Fame Monster. Kali ini, Gaga akan bereksperimen dengan musik campuran electropop, dance-pop dan europop. Lagu ini menceritakan Gaga yang meninggalkan tiga lelaki: Alejandro, Fernando, dan Roberto. Sejauh ini, di Billboard Hot 100 lagu ini telah sampai diposisi 16, hanya berdasarkan radio airplay saja. Mungkin jika nanti dirilis sebagai singel, lagu ini akan meroket seperti "Bad Romance" atau "Telephone". Video klip dari lagu "Alejandro" berkisah tentang kekaguman Gaga pada teman-temannya yang gay. Di dalam videonya, Gaga tampil dalam beberapa model pakaian, termasuk diantaranya bra berpistol yang mirip dengan bra runcing ala Madonna. Meskipun videonya direspons positif oleh para kritikus, Gaga dikritik karena dalam salah satu adegan di video durasi 8 menit 43 detik ini, ia berpakaian ala biarawati dan menelan kalung rosario.
BEBERAPA PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH
1. BBC Sound of 2009 kategori Best Rising Stars
2. MTV Video Music Awards 2009Best New Artist
3. MTV Video Music Awards 2009 Best Art Direction
(Paparazzi)
4. MTV Video Music Awards 2010 Best Collaboration (bersama Beyonce)
5. MTV Video Music Awards 2010 Best Female Video
6. MTV Video Music Awards 2010 Best Pop Video
7. MTV Video Music Awards 2010 Best Dance Music Video
8. MTV Video Music Awards 2010 Video of The Year (Bad Romance)
9. The Brits Awards 2010,London kategori Internasional Female Solo
Artist International
10. The Brits Awards 2010,London kategori International Breakthrough
Act
11. Aniversary 35th Hello Kitty kategori
Accessories Cauncil Excellence ke 13
12. Grammy Awards 2010 kategori Best
Dance/Electronic Album (The Fame)
13. Grammy Awards 2010 kategori The Best Dance Recording (Poker Face)
Ternyata,
dibalik kontroversinya, Lady Gaga memiliki sesuatu yang patut diteladani.
Setidaknya ia telah memberi contoh pada kita untuk :
1. Memiliki Prinsip Hidup Sendiri
Walaupun
berasal dari keluarga kaya raya, ia tidak mau bergantung pada keluarganya.
Padahal bisa saja Gaga hidup dengan mengikuti pilihan keluarganya.
2. Mandiri
Gaga lebih
memilih tinggal sendiri di flat termurah di New York yang keras, meninggalkan kehidupan
mapannya untuk meraih cita-citanya. Ia juga menolak bantuan yang ditawarkan
keluarga, disaat susah sekalipun.
3. Tekad Dan Keinginan Yang Kuat
Gaga telah merasakan kepahitan hidup saat kecanduan narkoba, droup out dari
Universitas dan dipecat dari tempatnya bekerja. Namun itu semua tak membuatnya
bergeming. Ia tetap menatap masa depannya dengan mantap. Keterpurukan justru
membuatnya semakin kuat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar